Perbandingan Sistem Cerdas


Perbandingan sistem cerdas pada 3 negara di asia 

·        Pengertian Sistem Cerdas
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, AI) telah menjadi wacana umum yang sangat penting dan banyak dijumpai. Kecerdasan Buatan atau Sistem cerdas atau Intelegensi Buatan atau Artificial Inteligence merupakan cabang terpenting dalam dunia komputer. Komputer tidah hanya alat untuk menghitung, tetapi diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bias dikerjakan oleh manusia. Manusia mempunyai pengetahuan, pengalaman dan kemampuan penalaran dengan baik, agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus dibekali pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar.
·        Sejarah Sistem Cerdas
Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal.Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas ” pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.
Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah “kecerdasan buatan ” pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan “Turing test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara mandiri.
Pada tahun 1980-an, jaringan syaraf digunakan secara meluas dengan algoritma perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John Werbos pada 1974. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue, sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapan metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.
Tantangan Hebat DARPA, yang dimulai pada 2004 dan berlanjut hingga hari ini, adalah sebuah pacuan untuk hadiah $2 juta dimana kendaraan dikemudikan sendiri tanpa komunikasi dengan manusia, menggunakan GPS, komputer dan susunan sensor yang canggih, melintasi beberapa ratus mil daerah gurun yang menantang.
·        Perbandingan Sistem Cerdas Smart Parking pada 3 Negara di Asia
1.      Sistem Parkir Sepeda di Jepang
  Jepang adalah salah satu negara yang memiliki urusan dengan lahan parkirnya. Jepang tidak  memiliki lahan luas yang cukup untuk memarkirkan seluruh kendaraan warganya. Untuk lahan parkirnya sendiri disana kita harus merogoh kocek dalam-dalam untuk tarif parkir sebab lahan parkir yang terbilang sedikit, maka dari itu orang jepang banyak yang menggunakan sepeda untuk bepergian.
Image result for sistem parkir sepeda di jepang
Untuk kali ini mereka memecahkan masalah lahan parkir untuk sepeda di negaranya. Sistem parkir sepeda ini diberi nama Eco Cycle. Sistem parkir sepeda ini dioperasikan seluruhnya oleh sistem yang berbasis Robotik. Sistem ini sangat hemat tempat karena berada dibawah tanah. Sistem dari parkiran ini juga sangat canggih karena sistemnya bisa mengenali siapa pemilik dan yang mana sepedanya.
Tempat parkir ini terbilang merupakan inovasi lahan parkir yang sangat inovatif sebab belum ada negara manapun menerapkan sistem parkir sepeda bawah tanah seperti ini. Dengan sistem parkir dibawah tanah, sepeda jadi terhindar dari sengatan sinar matahari, hujan maupun pengrusakan oleh orang tak bertanggung jawab sehingga sistem ini menjadi sistem yang sangat aman dan nyaman.
Eco Cycle ini memiliki kapasitas penyimpanan sepeda sampai dengan 204 buah sepeda. Sistem ini juga bisa dibilang efisien karena hanya membutuhkan waktu 13 detik saja dari kita menaruh sepeda hingga sepeda tersimpan dengan aman di bawah tanah. Untuk berat maksimal sepeda yang ingin disimpan yaitu 30 kg.  Lalu sistem parkir sepeda ini sendiri memiliki tarif 1800 yen atau sekitar 227 ribu tupiah perbulan.

2.      Sistem Parkir Mobil di Dubai
Dubai adalah salah satu negara maju yang berada di kawasan asia yaitu timur tengah. Dubai merupakan peradaban maju yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. Dubai juga memiliki segudang teknologi canggih di dunia. Namun Dubai juga memiliki masalah dengan sedikitnya lahan parkir di negara mereka. Lalu mereka membuat inovasi baru untuk mengatasi masalah parkir dengan cara membuat sistem ‘smart parking’ untuk mobil di negara mereka.
Related image
Tempat parkir tersebut memiliki bentuk seperti persegi yang menjulang tinggi. Kapasitasnya pun bisa dibilang sangat banyak yaitu bisa sampai 100 mobil. Bangunan terebut memiliki tingkatan lantai yang dimana tiap lantai memiliki lahan untuk menyimpan sebuah mobil. Mobil yang disimpan terjamin aman sebab disimpan didalam bangunan yang tinggi  sehingga tidak bisa dijangkau oleh orang.
Sistem penyimpanannya pun sangat efisien karena tidak melibatkan sang pemilik mobil untuk menyimpan mobilnya. Penyimpanan mobil semua dilakukan oleh sistem yang berbasis robotik, pemiliki mobil hanya perlu memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah disediakan lalu secara otomatis mobil pemilik diangkut menggunakan alat yang bebasis robotik ke tempat penyimpanan yang kosong.
3.      Sistem Parkir Mobil di Indonesia
Indonesia merupakan negara yang memiliki permasalahan yang sangat serius untuk persoalan lahan parkir. Bertumbuhnya perekonomian yang sangat cepat membuat masyarakat dengan mudah membeli kendaraan. Dengan banyaknya kendaraan, keberadaan lahan parkir menjadi sulit untuk dicari. Pemilik kendaraan bisa bingung dan pusing harus dimana memarkirkan kendaraannya.
Related image
Untuk mengatasi lahan parkir yang minim, Indonesia ternyata sudah melakukannya dengan membuat sistem ‘smart parking’ yang ada di RS. Cipto Mangunkusumo. Sistem parkir yag ada di R Cipto Mangunkusumo ini memiliki sistem yang sangat canggih. Sistem parkir ini teatnya berada di kawasan RSCM Kencana yang di khususkan untuk kelas private dan Internasional.
Parkiran disini memiliki sistem parkiran bersusun atau mertingkat. Lahan parkir ini memiliki kapasitas yaitu 96 buah mobil. Untuk kriteria mobil yang diparkir hanya boleh mobil minibus saja. Lahan parkir ini memiliki 4 lift yang digunakan untuk membawa mobil ketempat penyimpanannya. Lalu lahan ini memiliki 12 lantai untuk penyimpanan mobilnya. Untuk lahannya sendiri, parkiran ini hanya memiliki lahan gedung sebesar 176 meter persegi yang dimana jika dibandingkan dengan lahan biasa hanya bisa menampung 10 mobil saja.
·        KESIMPULAN
Dari ketiga teknologi sistem cerdas yang dibahas diatas, bisa ditarik kesimpulannya bahwa ketiga tekonologi tersebut memiliki permasalahan yang sama yaitu lahan parkir yang tersedia. Oleh karena itu kita harus mendapatkan sebuah ide atau pemecahan masalah dari hal diatas yaitu dengan membuat sistem smart parking dimana kita membuar sistem parkir dengan penggunaan lahan yang lebih efiesien dan tidak begitu besar,sehingga keluarlah ide dengan gedung parkir yang automatic memindahkan posisi mobil dari bawah ke atas ke dalam lantai parkiran yang berada diatas permukaan tanah atau parkir vertikal.
Seperti halnya di Dubai membangun parkir vertikal untuk memarkirkan mobil agar tidak memakan lahan yang cukup banyak, lalu di Jepang mereka menciptakan sistem parkir sepeda yang dapat disimpan dibawah tanah sehingga tidak mengganggu aktivitas di luarnya dan yang terakhir ada sistem parkir di Indonesia tepatnya di RS Cipto Mangunkusumo yang memiliki sistem parkir berbentuk bangunan yang dapat menampung banyak mobil.
·        DAFTAR PUSTAKA

Postingan populer dari blog ini

Islam Dalam Kehidupan

Penggunaan Smartphone Dalam Menunjang Aktivitas Perkuliahan Oleh Mahasiswa FISpol unsrat manado