Jurnal Aplikasi Pembayaran Uang SPP DI SMA Bhayangkari 1 Jakarta
APLIKASI
PEMBAYARAN UANG SPP DI SMA BHAYANGKARI 1 JAKARTA DENGAN VISUAL BASIC
Sistem Informasi
Universitas Gunadarma
Jalan Komjen.Pol.M. Jasin No.09,Tugu Cimanggis,Kota
Depok,Jawa Barat,16451
Abstraksi
Perkembangan
alat-alat teknologi adan teknologi informasi yang sangat pesat pasti sangat
menggembirakan,mengingat segala sesuatu yang dilakukan manusia akan semakin mudah
akibat dari perkembangan teknologi informasi.Salah satu perkembangannya itu
merupakan mulai banyaknya penggunakan komputer dalam kehidupan
sehari-hari.Namun sayang masih saja ada beberapa perkuliahan dan sekolah yang
masih menggunakan pembayaran uang sekolah(SPP) secara manual penginputan
datanya,dimana seorang penjaga yang bertugas masih menulis data siswa yang
telah bayar dicatat dalam buku kas dan dimasukan namanya,kelas,jumlah uang di
bayar,dan lainnya.Dengan menggunakan cara tersebut akan memperlambat proses
pengerjaan.Di SMA BHAYANGKARI 1 masih menggunakan cara sistem pengerjaan
manual.Sehingga dengan ini penulis ingin mengusulkan untuk merancang dan
mengembangkan aplikasi dengan menggunakan sistem basis data agar pengolahan
pembayaran SPP lebih efektif dan efesien.Dalam membuat pembayaran ini digunakan
sistem aplikasi Virtual Basic.Aplikasi ini dipilih karena mudah untuk
dijalankan dan cukup untuk memadai penginputan pembayaran SPP.Dengan cara ini
dapat memberikan informasi yang lengkap,cepat,akurat,dan mempermudah
pengaksesan data dan informasi.
Keyword :
aplikasi,pembayaran,program
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam
suatu Instansi Pemerintah maupun Swasta penanganan urusan pengolahan data
merupakan tugas yang sangat penting, begitu pula dalam dunia pendidikan
penanganan pengolahan data siswa serta Administasi, sangat memerlukan
penanganan khusus terutama Administrasi Keuangan. Bagian tersebut sangat
berperan penting karena maju atau tidaknya suatu manajemen dapat dilihat atau
ditentukan oleh pengolahan data yang baik disamping sarana dan prasarana serta
personal yang melakukannya.
Dikarenakan
dalam pencatatan pemasukan data di Sekolah SMA Bhayangkari 1 Jakarta masih
menggunakan sistem manual, dimana data-data siswa belum diproses secara
komputerisasi, maka dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat
serta datanya banyak dan dikerjakan secara rutin, maka dibutuhkan suatu
perubahan pada bagian pemrosesan data sekolah yaitu menggunakan komputer,
sehingga dapat membantu mempercepat proses pengolahan data siswa, guru dan
laporan keuangan, dan proses ini dapat memperkecil kesalahan dalam perhitungan,
tidak memakan waktu lama (efisiensi), serta lebih terstruktur sehingga bagi
Pimpinan Sekolah lebih cepat dan tepat dalam pengambilan keputusan untuk suatu
masalah.
1.2. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk
mempermudah penginputan data serta pengerjaan dalam hal pembayaran uang
sekolah(SPP).
2. METODE
Dalam
menyusun penulisan ilmiah ini , penulis menggunakan cara atau metode :
Studi Kepustakaan Mempelajari tentang tata cara pembuatan aplikasi dan
file database siswa sekolah, mempelajari tentang software Visual Basic berbasis
Windows agar penanganan pembuatan laporan lebih baik.
Studi Lapangan Mengamati tata cara pengolahan data sekolah yang
dilakukan. Serta mengambil data dengan cara tanya jawab atau wawancara kepada
petugas yang menangani data-data, terutama bagian Administrasi Sekolah.
3. PEMBAHASAN / DISKUSI
Diagram Hubungan Entitas (Entity Relationship Diagram / ERD) adalah suatu model jaringan (network) yang menggunakan susunan data yang disimpan oleh sistem secara abstrak. Tujuan utama dari penggambaran ERD adalah untuk menunjukkan obyek-obyek data (entity) dan relationship-relationship yang ada pada obyek tersebut.
3. PEMBAHASAN / DISKUSI
Diagram Hubungan Entitas (Entity Relationship Diagram / ERD) adalah suatu model jaringan (network) yang menggunakan susunan data yang disimpan oleh sistem secara abstrak. Tujuan utama dari penggambaran ERD adalah untuk menunjukkan obyek-obyek data (entity) dan relationship-relationship yang ada pada obyek tersebut.
Komponen
ERD adalah komponen-komponen yang
digunakan dalam Entity Relationship Diagram terdiri dari:
Entity adalah suatu kumpulan objek atau suatu yang dapat
dibedakan atau
diidentifikasikan secara unik.
Kumpulan entity tersebut disebut Entity Set.
Relationship Adalah suatu hubungan yang terjadi antara satu
entity dengan entity yang lainnya atau lebih. Kumpulan relationship yang
sejenis disebut relationship set. Jika suatu entity dihubungkan dengan
relationship, maka penggambarannya dilakukan dengan menggunakan simbol garis
lurus.
Konsep
Keterhubungan Entitas Dalam
diagram ERD juga terdapat keterhubungan antara entitas-entitas atau
relasi-relasi seperti dibawah ini :
A.One to One Relationship (satu pada satu) 1 : 1Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding satu. Hubungan satu berbanding satu ini dilihat dengan satu entitas dihubungkan dengan satuentitas lain dengan menggunakan satu relasi.
A.One to One Relationship (satu pada satu) 1 : 1Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding satu. Hubungan satu berbanding satu ini dilihat dengan satu entitas dihubungkan dengan satuentitas lain dengan menggunakan satu relasi.
C. Many to One Relationship
(banyak pada satu) M : 1 Hubungan
antara file pertama dengan file kedua adalah banyak berbanding satu.
D.Many
to Many Relationship (banyak pada banyak) M : M Hubungan antara file pertama
dengan file kedua adalah banyak berbanding banyak.
Struktur
Navigasi Struktur
navigasi adalah struktur alur dari sebuah program. Sebelum menyatukan
elemen-elemen yang digunakan dalam aplikasi multimedia, sebaiknya kita
mendefinisikan objek-objek dan merancang tampilan. Agar semua objek yang
termasuk di dalam aplikasi tersebut tidak mengalami kerancuan informasi,
dengan kata lain semua tampilan harus dapat memberikan informasi yang bulat dan
utuh, sehingga dapat tercapai suatu pembentukan aplikasi multimedia.
Navigasi
Linier Struktur
navigasi linier (satu alur) merupakan struktur yang hanya mempunyai satu
rangkaian cerita yang berurut. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan
layar secara berurut. Dalam struktur ini tidak diperkenankan adanya percabangan.
Navigasi Non Linier Struktur navigasi ini merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini dimungkinkan adanya percabangan. Percabangan yang dibuat pada struktur non linier ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki,karena setiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama, yaitu tidak adanya master page dan slave page.
Navigasi Komposit Navigasi komposit
(campuran) merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya, struktur
navigasi ini disebut juga dengan struktur bebas. Jika suatu tampilan memerlukan
percabangan, maka dapat dibuat percabangan. Bila dalam percabangan tersebut
terdapat suatu tampilan yang sama kedudukannya, maka dapat dibuat struktur
linier dalam percabangan tersebut.
Normalisasi
Normalisasi
adalah suatu teknik untuk mengorganisasikan data ke dalam tabel-tabel untuk
memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.
Disain Data Tujuan dan sasaran mendisain data adalah :
Disain Data Tujuan dan sasaran mendisain data adalah :
1.Untuk menjamin semua informasi
dan data yang diperlukan dalam organisasi itu tersimpan dalam database.
2.Menghilangkan kerangkapan data.
3.Membatasi banyaknya relasi.
4.Relasi yang tersimpan dalam
database harus dalam bentuk normal.
5.Untuk mempermudah
pemodifikasian data.
Proses Normalisasi
Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka table itu perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
Bentuk-bentuk normalisasi Pada proses normalisasi perlu dikenal dulu definisi dari tahap-tahap normalisasi.
Bentuk-bentuk normalisasi Pada proses normalisasi perlu dikenal dulu definisi dari tahap-tahap normalisasi.
1. Normalisasi Bentuk Tidak Normal (UnNormal) Suatu bentuk dalam satu tabel, dimana salah satu atributnya merupakan gabungan dari 2 atribut lainnya.
2. Bentuk Normal Pertama (1NF/First Normal Form) Dikatakan dalam bentuk normal pertama apabila nilai-nilai atributnya sudah atomik.
3. Bentuk Normal Kedua (2NF/Second Normal Form) Dikatakan dalam bentuk kedua, apabila telah memenuhi bentuk pertama dan setiap atributnya bukan kunci bergantung fungsional penuh pada kunci primer.
4. Bentuk Normal Ketiga (3NF/Third Normal Form) Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka harus memenuhi bentuk normal kedua dan setiap atributnya bukan kunci dan tidak bergantung secara transitif.
5. Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
Untuk menjadi bentuk BCNF, relasi harus dalam bentuk normal ketiga dan
dalam setiap atribut bergantung fungsi pada atribut super key.
Sejarah Visual Basic
Sejarah Visual Basic diawali dari perkembangan bahasa BASIC di darthmouth College, Amerika Serikat, pada awal tahun 1960-an. Sejak semula BASIC memang dirancang untuk mudah dipelajari. Begitu sederhananya sehingga nyaris semua pakar pemrograman komputer menggunakan BASIC sebagai bahasa pemrograman pertamanya. Pada tahun 1982 IBM/PC diperkenalkan pada masyarakat, Microsoft pun membuat sistem operasi MS-DOS untuk komputer ini. Didalamnya disertakan pula bahasa BASIC yang dikenal sebagai QuickBasic (QBASIC). Pada tahun 1990-an era DOS berlalu digantikan era Windows.10 Tampilan grafis windows yang sangat bagus dan lebih interaktif mengubah pemrograman dari pekerjaan yang memusingkan kepala menjadi sebuah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Microsoft pun akhirnya membuat BASIC versi Windows yang dikenal dengan Microsoft Visual Basic.
Sekilas Tentang Visual Basic
Visual Basic adalah sebuah bahasa pemograman komputer dan juga sebuah sarana (tool) untuk menghasilkan program-program aplikasi berbasiskan Windows. Beberapa kemampuan atau manfaat dari Visual Basic di antaranya yaitu untuk membuat program aplikasi berbasis windows, untuk membuat objekobjek pembantu program seperti misalnya kontrol ActiveX, file Help, aplikasi Internet, menguji program (debugging) dan menghasilkan program akhir berakhiran EXE yang bersifat executable, atau dapat langsung dijalankan.Bahasa Visual Basic cukup sederhana dan menggunakan kata-kata bahasa Inggris yang umum digunakan. Sehingga tidak perlu lagi menghafalkan sintakssintaks maupun format-format bahasa yang bermacam-macam. Tetapi dibutuhkan logika pemograman agar dapat menjalankan sintaks tersebut. Sejak dikembangkan.
Visual Basic adalah sebuah bahasa pemograman komputer dan juga sebuah sarana (tool) untuk menghasilkan program-program aplikasi berbasiskan Windows. Beberapa kemampuan atau manfaat dari Visual Basic di antaranya yaitu untuk membuat program aplikasi berbasis windows, untuk membuat objekobjek pembantu program seperti misalnya kontrol ActiveX, file Help, aplikasi Internet, menguji program (debugging) dan menghasilkan program akhir berakhiran EXE yang bersifat executable, atau dapat langsung dijalankan.Bahasa Visual Basic cukup sederhana dan menggunakan kata-kata bahasa Inggris yang umum digunakan. Sehingga tidak perlu lagi menghafalkan sintakssintaks maupun format-format bahasa yang bermacam-macam. Tetapi dibutuhkan logika pemograman agar dapat menjalankan sintaks tersebut. Sejak dikembangkan.
Analisa Masalah
Dalam menangani urusan pengolahan data siswa serta data uang bayaran siswa sekolah sangat diperlukan ketelitian dan keakuratan, karena pekerjaan ini dilakukan secara rutin / terus menerus oleh bagian Administrasi, adapun pekerjaan ini terdiri dari pencatatan data, pencarian data, serta sampai pembuatan laporan, baik itu laporan harian, bulanan, ataupun tahunan, sehingga hal ini dapat membantu Pimpinan Sekolah dalam mengambil keputusan untuk langkah kemajuan sekolah. Dalam pengolahan data-data siswa ini masih sederhana / secara manual, karena itu banyak data yang sulit dicari atau diproses karena tidak up to date,salah pemasukan atau salah perhitungan, jadi laporan yang diterima pun menjadi lama dan tidak benar atau tidak update serta tidak terstruktur.
Dalam menangani urusan pengolahan data siswa serta data uang bayaran siswa sekolah sangat diperlukan ketelitian dan keakuratan, karena pekerjaan ini dilakukan secara rutin / terus menerus oleh bagian Administrasi, adapun pekerjaan ini terdiri dari pencatatan data, pencarian data, serta sampai pembuatan laporan, baik itu laporan harian, bulanan, ataupun tahunan, sehingga hal ini dapat membantu Pimpinan Sekolah dalam mengambil keputusan untuk langkah kemajuan sekolah. Dalam pengolahan data-data siswa ini masih sederhana / secara manual, karena itu banyak data yang sulit dicari atau diproses karena tidak up to date,salah pemasukan atau salah perhitungan, jadi laporan yang diterima pun menjadi lama dan tidak benar atau tidak update serta tidak terstruktur.
3.2. Pembahasan Masalah
Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis akan membuat beberapa cara penyelesainya antara lain pembuatan:
Struktur Rancangan File Database Struktur file database yang digunakan dalam penyimpanan data siswa dengan menggunakan Microsoft Access yang terdiri dari beberapa table diantaranya :
Struktur Rancangan File Database Struktur file database yang digunakan dalam penyimpanan data siswa dengan menggunakan Microsoft Access yang terdiri dari beberapa table diantaranya :
1. Tabel Siswa
2. Tabel Bayaran SPP
4. PENUTUP
Program aplikasi ini sudah dapat dijalankan dengan baik sehingga dalam mengolah data pembayaran uang sekolah siswa menjadi lebih mudah dan cepat bagi penggunanya. Penulis mengharapakan program pembayaran uang sekolah ini akan menjadi efektif bagi siswa maupun administrasinya.
Saran
Penulis menyarankan untuk pengembangan aplikasi selanjutnya agar dapat menambahkan perhitungan gaji guru dan juga pembayaran-pembayaran lain yang berhubungan dengan sekolah, serta harus membuat dokumen data dan program karena jika sewaktu-waktu terjadi sebuah kerusakan data pengguna dapat mengembalikan data-data yang hilang, sehingga tidak menyulitkan bagian administrasi.
5. DAFTAR PUSTAKA
[1] D. Dams, R, Gerth, The bounded retransmission protocol revisited, Electr Notes Theor Comput Sci 9, 1997.
[2] P.R. D'Argenio, et.al., Modelling and Verifying a Bounded Retransmission Protocol, Proceedings of COST 247, Int. Workshop on Applied Formal Methods in System Design, 1996.
[3] L. A. Gunawan, C. E. Nugraheni, Pembuatan Spesifikasi Protokol Secara Formal dengan TLA+, Proceeding of the Indonesian Conference on Telecommunications (ICTel), 2006.
[4] L. Lamport, The Temporal Logic of Actions, ACM Transaction on Programming Languages and Systems, vol. 16, no. 3, pp. 872-923, 1994.
[5] L. Lamport, Specifying concurrent systems with TLA+, Calculation System Design, IOS Press, Amsterdam, 1999.
[6] Rion Ardhiny,Aplikasi Pembayaran Uang Sekolah,Penulisan Ilmiah,Depok,2008.
Komentar
Posting Komentar