Membaca Jurnal Inovasi Teknologi Informasi Rancangan Strategi Layanan Teknologi Informasi Untuk Institusi Perguruan Tinggi(Kridanto Surendro & Aradea)
Membaca Jurnal Inovasi Teknologi Informasi Rancangan Strategi Layanan Teknologi Informasi Untuk Institusi Perguruan Tinggi(Kridanto Surendro & Aradea)
Metode
|
Kelebihan
|
Kelemahan
|
Metode Layanan Pengertahuan
|
Mempermudah pelayanan universitas x
|
Membutuhkan banyak strategi pendekatan
|
Pendekatan Sistem Sosioteknis(Organisasi & Teknologi)
|
Mempermudah pengguna dalam
mengelola dan penyimpanan data
|
Membutuhkan wawancara untuk mengetahui suatu data
|
Sistem Berorientasi Layanan (Menejemen Layanan & Arsitektur
Layanan)
|
Mempermudah penyampaian data yang akan dihasilkan oleh pengguna
|
|
Analisis kebutuhan layanan
|
Lebih mudah mendapatkan banyak costumer(Sasaran Bisnis)
|
|
Wawancara dengan pihak menejemen dan pihak TI
|
Dengan metode wawancara dan kuisioner daoat membuat data lebih akurat
dan komprehensif
|
|
Pengumpulan data dengan Kuisioner
|
Mempunyai katalog layanan bisnis yang lengkap dan teratur
|
Pada jurnal ini membahas tentang Rancangan Strategi Layanan Teknologi Informasi untuk perguruan tinggi,dimana mereka membutuhkan strategi yang tepat guna pencapaian tujuan yang diinginkan.Permasalahan yang sering muncul,adalah ketika Teknologi Informasi difungsikam sebagai penyedia layanan bagi kebutuhan sivitas akademika secara menyeluruh,hal ini dikarenakan tidak terpenuhinya spesifikasi dari kualitas layanan atau nilai yang diberikan oleh layanan tersebut.Kondisi ini memerlukan suatu pendekatan yang menyeluruh terhadap organisasi terkait pemenuhan TI bagi bisnis.Dalam penelitian ini pendekatan sosioteknis diekstrasi kedalam dua pendekatan yaitu Pendekatan Menejemen Layanan dan Pendekatan Arsitektur.Kedua pendekatan ini menciptakan suatu integrasi yang sinergis untuk pencapaian fleksibilitas TI pada kebutuhan jangka panjang institusi.Sehingga itu disini akan membahas bagaimana cara mengatasinya dengan berbagai banyak cara untuk mengatasinya seperti sistem berorientasi layanan serta menggunakan metedologi yang bermacam-macam kemudian kita juga harus menganalisis kebutuhan layanan dengan beberapa cara :
-Investigasi Layanan
-Analisis Kematangan Proses
Diama kedua analisis ini pengambilannya menggunakan metode kuisioner dan wawancara.Setelah melakukan analisis maka kita harus menentukan model apa saja yang cocok digunakan seperti:
*Model Penyetaraan Proses
*Model Pengolahan Layanan TI
*Model Penyediaan Layanan TI
Setelah mendapatkan model yang cocok kita akan masuk kedalam evaluasi model yaitu :
a)Evaluasi Model
b)Critical Succes Factors(CSF)
#Kesimpulan
Dari hasil studi kasus pada domain penelitian,dapat disimpulkan bahwa seluruh tingkat kematang pada universitas X yang ada saat ini,belum mencapai tingkat kematangan proses yang diharapkan atau yang ditargetkan.Untuk pencapaian kondisi target tersebut dibutuhkan proses penyetaraan,berupa pemberian rekomendasi untuk menghilangkan kesenjangan yang terjadi disetiap proses.Pemberian rekomendasi terdiri dari dua model yaitu,model pengelolaan layanan TI,berupa penetapan pedoman dan kebijakan pengelolaan layanan TI,teridi dari dokumen kebijakan,standard operating procedure(SOP) dan lampiran-lampiran dokumen terkait lainnya.Serta model penyediaan layanan TI adalah berupa pedoman dan kebijakan arsitektur layanan TI.
Dari hasil evaluasi terhadap model yang direkomendasikan,didapatkan kesesuaian dengan terget institusi yaitu pencapaian tingkat kematangan 4.Serta untuk pencapaian keberhasilan penerapan layanan TI,ditetapkan 7 CSF yang menjadi faktor penting yang harus diperhatikan pihak universitas.
#Daftar Pustaka
1.http://journal.uii.ac.id/Snati/article/view/2627/2405.
2.Caster-Steel Aileen,(2009),IT Service Dapartments Struggle to Adopt a Service-Oriented Philosophy,Iternational Journal of Information System in the Service Sector.
3.IT Goverment Institute,(2007),COBIT 4.1 :Framework,Control Objective,Management Guidlines,Maturity Models,Printed in the United States of America,ISBN 1-9332847-72-2.
Komentar
Posting Komentar